ASasongko : Darimana Persepsi?

Manusia hidup telah berabad-abad lamanya di bumi ini dengan diberikan segala kemampuan yang berbeda dengan makhluk lainnya, Kemampuan manusia yang luar biasa tersebut adalah “Berpikir”, yang secara fakta ilmiah menurut riset yang di kembangkan hingga saat ini pikiran manusia memiliki kemampuan yang (saya sebut) sangat Luar biasa, karna kemampuan inilah yang kemudian menjadikan manusia mendominasi dunia hingga saat ini.

Kemampuan pikiran manusia terus menerus di eksplorasi, hingga tahap yang sangat mengagumkan, dimana diketahui bahwa salah satu fakta, ternyata Otak manusia yang memiliki 1 Trilyun sel otak, hal inilah yang memungkinkan. menjadikan manusia menciptakan hal-hal baru yang secara terus-menerus dan konsisten, berkesinambungan dalam perjalanan hidup manusia tersebut.
Salah satu fungsi dari kemampuan pikiran manusia adalah fungsi kemampuan membuat Persepsi dan Asumsi. Persepsi dan Asumsi manusia adalah salah satu dari fungsi pikiran manusia yang menjadikan manusia dapat menyaring dan memilih tindakan yang akan dilakukannya, dengan Persepsi dan Asumsi inilah manusia berpola prilaku, menyesuaikan keadaan menurut keputusan yang dibuatnya, yang di awali dengan Persepsi dan Asumsinya tadi.

Setiap manusia memiliki mekanisme menyaring semua pengalaman kehidupannya untuk di “pakai” atau dengan kata lain di laksanakan dalam kehidupannya. yang pada akhirnya menjadikannya kebiasaan-kebiasaan, dan keyakinan serta prilaku dalam hidupnya.
Secara Ilmu Pengetahuan didalam Teori pikiran, Pikiran manusia terbagi atas dua bagian (dualisme pikiran) yaitu Pikiran Sadar, dan Pikiran Bawah Sadar, serta Pikiran Tidak Sadar, dimana di setiap bagian pikiran ini memiliki fungsinya masing-masing yang manafungsi-fungsi ini membantu manusia menjadikan dirinya memiliki perbedaan satu dengan lainnya dilihat dari pola piker dan prilaku yang dijalani oleh masing-masing mereka. Sebagai informasi, dari riset yang di lakukan, ditemukan juga suatu fakta menarik bahwa setiap bagian pikiran manusia memiliki besaran porsi masing-masing yang secara penggunaannya, manusia baru menggunakan secara total kemampuan pikirannya sebesar tidak lebih dari 0.5%-nya saja dari 100% kemampuan pikiran yang kita sebagai manusia miliki. Sedang kanbesaran kemampuan tiap bagian pikiran kita adalah sebagai berikut:


Pikiran Sadar
Pikiran Sadar manusia memiliki besaran kemampuan menggerakan dan mengarahkan kita hanya lebih/kurang 10% saja, dari seluruh kemampuan pikiran kita. Pikiran sadar memilki beberapa fungsi yang tetap dan berjalan secara otomatis untuk mengarahkan kita,yaitu:Fungsi analisis, Fungsi Rasional, Fungsi menampung memory dalam jangka waktu singkat, Fungsi kekuatan keinginan/kehendak, dan Fungsi faktor kritis dimana dari fungsi pikiran sadar ini banyak menyaring setiap informasi yang masuk dan didapat oleh pikiran kita. Ciri untuk mengetahui bekerjanya pikiran sadar kita adalah saat kita terjaga atau saat kita ‘sadar”

Pikiran Bawah Sadar & Pikiran Tidak Sadar
Pikiran Bawah Sadar & Pikiran Tidak Sadar memilki kemampuan yang lebih besar jika kita bandingkan dengan Pikiran Sadar kita, besaran kemampuan Pikiran Bawah Sadar & Tidak Sadar kita adalah 90% dimana dengan kekuatannya ini secara fungsi kita akan lebih banyak diarahkan atau dipengaruhi oleh pikiran bawah sadar & pikiran tidak sadar kita ini.
Pikiran Bawah Sadar adalah pikiran yang berada diantara pikiran sadar dan pikiran tidak sadar kita, yang mana jika kita lihat dari fungsi- fungsinya, pikiran bawah sadar akan sangat mempengaruhi keberadaan diri kita, mari kita lihat dari fungsi pikiran bawah sadar kita :
Yang pertama adalah Kepercayaan (Belief), Belief setiap orang akan belum tentu sama, karena ini didapat dari pengalaman kehidupan masing-masing mereka pada fase awal kehidupan seseorang tersebut.

Ke-dua adalah Nilai-nilai (Value), dimana didalamnya banyak terdapat belief-belief kuat yang akhirnya secara pribadi, seseorang akan memilih kepentingan-kepentingannya berdasarkan dari nilai-nilai yang diperolehnya dari penggabungan belief yang didapat dari setiap pengalaman kehidupannya.
Kemudian Intuisi, yaitu kemampuan memahami sesuatu tanpa melalui penalaran rasional dan intelektualitas.
Memori Jangka Panjang, yaitu kumpulan peristiwa yang pernah dialami atau di lalui seseorang yang berkesan dalam kurun waktu yang lama, misalnya pengalaman masa kecil, masa kandungan, dll.
Kreativitas yaitu proses mental yang melibatkan munculnya gagasan atau konsep baru, atau hubungan baru antara gagasan dan konsep yang sudah ada.
Tetap/susah/tidak mudah berubah (resist change) yaitu salah satu fungsi yang mempertahankan keadaan seseorang dari perubahan-perubahan yang tidak diperlukan.

Selanjtnya adalah Generate Emotion / gudang emosi, PERSEPSI, Kepribadian, dan yang terakhir adalah Kebiasaan, (berupa : Baik, Buruk, dan Reflek). Sedangkan, Pikiran Tidak Sadar memilki fungsi untuk menggerakan dan menjalankan tugasnya secara otomatis dan konsisten selama manusia hidup. Fungsi Pikiran Tidak Sadar yaitu :

Fungsi Tubuh Otomatis (Otomatic Bodly Function) yaitu fungsi tubuh yang bergerak secara otomatis dan bergerak setiap saat selama seorang manusia hidup, contohnya seperti detak jantung, bernafas dsb.
Fungsi System kekebaalan / imun tubuh, yaitu fungsi yang bekerja untuk menjaga kita untuk tetap sehat
Fungsi Program kelangsungan hidup (Default Survival Program)
Fungsi Penghasil perasaan, dan emosi
Fungsi Memori jangka panjang


Dari penjelasan diatas, didalam Teori pikiran jelas dikatakan bahwa Persepsi berada pada salah satu fungsi dari Pikiran bawah Sadar kita, yang tentunya akan sangat besar dampaknya bagi kehidupan kita, karena dilihat dari besaran kemampuan pengaruh terhadap setiap perjalanan hidup seseorang. Terjadinya persepsi itu sendiri adalah berdasarkan data-data yang ditangkap oleh pikiran kita secara global, yang kemudian diolah dan dimaknai oleh pikiran hingga menjadi suatu keyakinan dan belief menurut pemaknaan pikiran manusia itu sendiri. Dari data yang di olah menjadi keyakinan itulah seseorang dapat memainkan persepsinya terhadap sesuatu yang Ia alami, atau Rasakan, menurut/mengikuti modalitas belajar masing-masing. Kemampuan menarik atau merekam (modalitas belajar tadi) inilah yang membentuk pengalaman tersebut menjadi persepsi. Persepsi adalah simpulan pemaknaan kejadian masa lalu yang menjadi dugaan pikirkan saat ini (sekarang), pada saat menemui keadaan yang hampir sama seperti pengalaman yang pernah di alaminya dimasa lalunya. jadi persepsi sebenarnya adalah hanya kesimpulan sementara yang diambil dari tiap-tiap kejadian pengalaman hidup yang sedang di alami seseorang, dan bukanlah kenyataan sebenarnya yang terjadi, kenyataan yang sebenarnya terjadi adalah bagaimana kita mengamati keadaan, memahaminya, dan kemudian mengenali keadaan yang sedang kita alami dengan sebuah kesadaran bahwa saat ini adalah saat ini, dan berbeda dengan kejadian masa lalu yang pernah dialami sebagai suatu pembelajaran.

ASasongko : Darimana Persepsi?
ASasongko : Darimana Persepsi?

Leave a Comment