ASasongko : Langkah Awal Mewujudkan Bisnis

MODAL
Pada dasarnya kebanyakan orang, untuk memulai sebuah usaha atau bisnis, akan mengacu pada satu hal yaitu Modal. Memang benar bahwa modal adalah titik awal seseorang untuk menjalankan bisnis, akan tetapi tidak selalu seorang pebisnis ataupun pengusaha baru yang akan mewujudkan impiannya harus memiliki Uang yang banyak, atau bahkan punya.
Sebenarnya Modal awal yang harus dimiliki seseorang yang akan berbisnis ataupun membuat usaha adalah keberanian, kecerdikan, tekad yang kuat, kedisiplinan, Konsistensi dan relasi yang banyak dan kuat. Uang adalah Modal nomer sekian setelah hal-hal tersebut yang saya tuliskan,

Mengapa????

ASasongko : Langkah Awal Mewujudkan Bisnis
ASasongko : Langkah Awal Mewujudkan Bisnis

Karena dengan memiliki uang yang banyak untuk permodalan awal belum tentu akan menghasilkan keberhasilan yang diimpikan jika hal-hal tersebut diatas tidak dimiliki oleh seorang pebisnis atau calon pengusaha, sebaliknya keterbatasan uang, sebagai modal, akan dapat teratasi, apabila seorang calon pebisnis atau calon pengusaha memiliki keberanian, kecerdikan, tekad yang kuat, disiplin diri, konsitensi, dan relasi yang banyak,
Bagaimana caranya..?

SOFTSKILL yang baik adalah modal terbaik

Uang adalah penentu dasar untuk mewujudkan impian seorang calon pebisnis dan juga calon pengusaha, saat seorang ingin mewujudkan impiannya untuk usaha dan berbisnis, dengan keberanian tekad yang kuat, dan hal-hal tadi seseorang tersebut akan menggunakan cara yang berbeda dari orang kebanyakan, yaitu dengan membuat suatu pengajuan permodalan kepada investor, untuk mengatasi masalah uang sebagai permodalan awal. Hal inilah yang akan membuat seseorang berhasil walaupun mungkin secara financial belum memenuhi untuk menjalankan usaha atau bisnisnya.

Jika kita berorientasi pada keuangan kita, mungkin selama belum mencukipi maka impian untuk menjadi seorang pebisnis, atau pengusaha akan tidak pernah terwujud, karena kita membatasi diri dengan keberadaan keuangan kita.
Akan tetapi jika kita berfikiran luas, dan dapat melihat peluang-peluang yang sebenarnya banyak dan tersebar di sekitar kita maka masalah keuangan atau financial dapat dilihat bukan sebagai hal yang paling menentukan.
Dengan modal keberanian, dan kecerdikan kita, kita dapat menawarkan ide, konsep atau peluang usaha yang akan kita jalani kepada orang-orang yang memang memiliki permodalan keuangan besar, dengan mengajukan kerjasama. Dengan kerjasama inilah memungkinkan kita dapat memperoleh kesempatan untuk mewujudkan usaha atau bisnis yang kita idam-idamkan.

HARDSKILL menunjang keberhasilan

Pengajuan kerjasama yang dilakukan seperti mencari investor, untuk mendanai ide usaha kita harus juga di sertai penjelasan yang masuk akal, jelas, terperinci, baik, dan konsep engelolaan janka panjang yang pastinya juga harus menguntungkan investor sebagai pemodal secara financial. Jika semua itu didapatkan seorang investor maka mereka akan tertarik untuk membiayai usaha yang akan kita rintis tadi.. Dibutuhkan kemampuan negosiasi, perhitungan yang tepat, analisa, dan penyusunan naskah kerjasama yang juga baik untuk menunjang presentasi bisnis atau usaha yang akan di ajukan pada Investor, namun juga perlu diperhatikan, walaupun kita harus memikirkan keuntungan bagi investor bukan berarti kita membuat suatu pengajuan, dengan presentasi kita dengan hasil dan keuntungan yang terlalu besar yang akan didapat Investor, tetapi harus disesuaikan dengan keadaan, bisnis yang akan di jalani secara rinci dengan penjelasan-penjelasan yang memang sesuai dengan apa yang akan diraih.

Penuangan ide/gagasan bisnis atau usaha didalam draft atau proposal, Penyusunan draf kerja sama, Perhitungan yang tepat dan baik, pengajuan data-data yang sesuai dengan keberadaan dilapangan, melakukan survey, Pengolahan bahasa dan kata-kata, serta kemampuan komunikasi yang baik, akan sangat menunjang keberhasilan goalnya negosiasi yang akan dilakukan.
Dari penjelasan diatas, dapat di simpulkan bahwa sebenarnya kedua Skill tersebut akan saling membantu kita dalam setiap langkah yang akan kita ambil, dan juga diperlukan keseimbangan keduanya yaitu antara Soft skill dan Hard skill dalam pemikiran dan pengaplikasiannya.
Selanjutnya setelah Modal adalah….

“ACTION…!!”

Ya, setelah permasalahan modal sudah terpenuhi langkah selanjutnya adalah action untuk memulai semua dari awal, guna menyiapkan berjalannya bisnis Atau usaha yang akan kita lakukan.

Dalam hal ini Action yang tepat adalah mengetahui langkah-langkah Action sebagai landasan untuk kita dapat melakukan semua hal tersebut dapat maksimal dan terukur, yaitu :


Yang pertama adalah membuat Target, maksudnya adalah bagaimana kita mengatur langkah-langkah optimal untuk pencapaian setiap pekerjaan yang akan dan sedang dilakukan, menuju suatu hasil yang bertahap. Melihat keadaan, kondisi perencanaan pemilihan objek pengerjaan, dll.


Kemudian yang kedua adalah Fokus, maksudnya saat kita menjalani setiap langkah atau setiap tahapan pekerjaannya dengan cermat, teliti, detil, berdasarkan data, dan dengan antusiasme tinggi, dengan mengacu pada target yang sudah dibuat.

Tahap ketiga dari action adalah Netral, netral disini adalah bagaimana kita dapat tetap pada tahapan-tahapan yang sudah direncanakan dan tidak keluar dari setting yang sudah di buat untuk mengantisipasi keterlambatan pencapaian target, seperti misalnya : saat kita sudah merencanakan tahapan pekerjaan dan sudah mulai jalan dalam beberapa waktu, ketika kita mendapatkan suatu masukan, atau ide dari pihak lain, yang mungkin ide tersebut adalah ide yang sangat bagus dan baik jika di aplikasikan, perlu kita lihat dan kita sesuaikan dengan pekerjaan yang telah dan sedang dilakukan, apakah dapat bersamaan melangkah meneruskan program yang sudah berjalan? Atau harus kembali lagi ke titik start di awal pekerjaan? Jika masih dapat berjalan bersamaan dengan program yang sudah berjalan, Lakukan!!, tapi jika masukan atau ide yang kita dapat mengharuskan kita kembali lagi ke titik start, jangan lakukan!!! Dan tetap terus lanjutkan program yang sudah berjalan dengan evaluasi apa yang kurang. Mengapa??? Ingat, kita menjalankan program dengan target yang sudah dutentukan, jika kita kembali ke titik start, perhitungkan waktu pencapaian target kita… pastinya akan mempersempit dan memakan waktu lebih banyak, dan pastinya pencapaian target yang sudah di buat akan melebihi waktu yang sudah ditentukan, karna pada saat kita mengikuti ide baru tadi, kita akan kehilangan waktu yang sudah berjalan tadi. Inilah yanhg saya sebut netral, netral untuk tidak gampang terpengaruh masukan-masukan yang sebenarnya baik dan bagus, tetapi jika kita kurang perhitungan, maka yang terjadi adalah kita akan kehilangan banyak waktu dalam pencapaian target kita. Berhati-hatilah.

Selanjutnya yang ke empat yang perlu kita siapkan dan lakukan dalam Action kita adalah Tegas
Tegas disini adalah Tegas yang ditujukan pada diri kita sendiri untuk tetap fokus dengan apa yang kita kerjakan dan tidak mudah terpengaruh dengan tanggapan-tanggapan yang mengarah pada kerja kita. Dengan ketegasan yang kita miliki untuk diri pribadi maka kita akan tetap mendengar masukan, menerima ide, tapi dengan kecermatan, ketilitian, dan perhitungan yang tepat apakah ide atau tanggapan yang kita terima tersebut dapat di aplikasikan atau tidak dalam kerja yang sedang kita lakukan.
Dan yang ke lima adalah Konsisten, yang dimaksud konsisten dalam hal ini bagaimana kita dapat tetap mengaplikasikan ke empat point sebelumnya dengan terus-menerus serta menjaga tahapan-tahapan pencapaian target tadi sesuai dengan waktu yang telah kita tentukan.
Terkahir tapi bukan yang paling akhir adalah Evaluasi setiap kerja yang dilakukan, ini berguna untuk menilai dan melihat tolak ukur pencapaian hasil kerja untuk perbaikan, atau melakukan manuver-manuver jika dalam pekerjaan sebelumnya ada yang kurang, atau belum terakomodir untuk segera di selesaikan dengan optimal dan dengan perhitungan yang tepat.
Hal yang paling mendasar untuk melakukan Action diawal adalah melakukan Persiapan, pengadaan, tenaga, system, Tempat, Perlengkapan dan Kelengkapan usaha itu sendiri, Persiapan yang dilakukan adalah semua hal yang akan di butuhkan, dipakai, di kembangkan, dan di jual tentunya dengan persiapan yang matang dan telah di rencanakan sebelumnya. Jika bermain team, maka team yang sudah dibentuk harus berjalan dengan baik, efisien dan bertanggung jawab pada tugasnya, tetapi jika anda pemain tunggal, anda harus segera menyiapkan tenaga lain untuk membantu anda melakukan persiapan-persiapan awal tadi untuk lebih memudahkan dan membantu anda menyelesaikan semua persiapan sesuai target yang sudah di tentukan.

JALAN KELUAR

Hambatan terbesar yang secara kasat mata terlihat, yang menjadi –momok- bagi para pebisnis atau pengusaha baru adalah modal awal secara finansial, dan jika hal tersebut menghantui maka niscaya itu akan menjadi tembok penghalang yang paling kuat yang akan menghadang, tetapi jika berpikir lain dan berorientasi pada solusi maka langkah-langkah yang saya utarakan diatas akan menjadi suatu solusi untuk bagaimana membongkar dan meruntuhkan tembok besar dan tinggi tersebut dan memulai dengan langkah yang lebih mantap, yang pada akhirnya akan melampaui pemikiran kita yang terbatas.
Saat langkah pertama sudah menapak, ibaratnya sebuah roda telah mulai bergulirm maka untuk mengulirkannya kembali akan menjadi semakin mudah dibandingkan saat roda tersebut saat masih diam.
Demikian juga perubahan paradigma dan cara pandang kita dalam melihat suatu tantangan jika kita telah mendapatkan satu langkah pertama, maka akan sangat memudahkan kita untuk mengayunkan langkah-langkah kita selanjutnya, dalm hal ini permasalahan diawal yang membuat kita terhambat, yaitu permodalan (financial) adalah tembok pertama yang sangat kuat, jika tantangan tersebut dapat di lewati, maka tantangan-tantangan yang lain selanjutnya pastinya akan dapat teratasi dengan mudah, asal dibarengi dengan anjuran-anjuran diawal tadi, yaitu berani, disiplin, kecerdikan, tekad yang kuat, kedisiplinan, Konsistensi dan relasi yang menunjang jalannya bisnis yang kita geluti.

☆Semoga bermanfaat ☆

Leave a Comment