Rekan ARC yang keren, di dalam sebuah acara Workshop pembekalan dan pembelajaran dasar fundamental di CARDCELL Jogja, ASasongko menerangkan dan menjabarkan, berbicara tentang memimpin, kepemimpinan dan hal hal yang menyangkut tentang bagaimana cara dan bagaimana menjadi seorang pemimpin menjadi sebuah wacana untuk bagaimana kita, mencari cara untuk meng-upgrade diri agar apa yang di sebut “Pemimpin” ini dapat melekat pada diri kita yang Tepat, ASasongko juga memberikan alasan alasan yang bagi kebanyakan orang berpikir, dengan menjadi dan meng-up grade diri menjadi seorang pemimpin akan mendapatkan banyak benefit yang menguntungkan serta juga dipandang oleh orang orang di sekitar kita di ruang lingkup kita, Tapi perlu disadari bahwa menjadi seorang pemimpin atau meng-up grade diri menjadi pemimpin juga membawa sebuah peningkatan tanggung jawab, perbaikan diri dan koreksi setiap waktu untuk dapat memberikan tidak hanya sebuah perintah tapi juga koreksi, penjabaran dan pemahaman yang tepat untuk mempertanggung jawabkan kepemimpinannya, ini lah yang terkadang kurang disadari dan menjadikan pemimpin yang bukan “Pemimpin” tapi lebih kepada bahasa “BOSS” yang secara arti bahasa dan makna serta penangkapan orang akan kedua bahasa tersebut berbeda.

Perbedaan yang jika di amati secara cermat dari kedua kata diatas antara “Pemimpin” dan “Boss” adalah dari bagaimana cara mereka memberikan arahan dan orientasi pemikiran yang menjadikannya wujud action yang terlihat, simple nya begini, “Boss” akan lebih memberikan perintah yang langsung dan terkesan tidak mau tau bagaimana cara dan tidak memberikan arahan atau “mengajari” terlebih dahulu, sehingga ketika terdapat kesalahan, akan menyalahkan pengikutnya, sedangkan “Pemimpin” lebih memberikan arahan yang membantu pengikutnya menjalankan apa yang di harapkan, memberikan tanggung jawab untuk bagaimana pengikutnya berperan serta aktif mewujudkan hasil, karena ketika pengikutnya salah dan kurang mengartikan dirinya yang kurang baik serta berbenah diri dan memiliki maksud dan tujuan yang lebih besar kepada keuntungan bersama. Ini yang membedakan secara jelas dan terlihat diantara kedua kata diatas antara “Pemimpin” dan “Boss”.
Memimpin harus dimulai dari diri sendiri, seberapa mampu diri kita memimpin diri sendiri menjadi tolak ukur bagaimana kita berorientasi pada kita memimpin orang lain. Memimpin diri akan membentuk dri dan menjadikan pembelajaran awal kita menjadi seorang pemimpin yang baik, contohnya adalah ketika kita bangun tidur…? hal pertama apa yang kita lakukan akan mencernimkan diri kita memimpin diri untuk melalui keseharian kita di hari itu, ketika kita bangun lebih awal dan merapikan tempat tidur kita dan memulai hari dengan hal kecil yang positif (menyelesaikan hal hal kecil di kehidupan kita) maka akan menjadi sebuah arahan pola bagaimana kita melakukan apa yang harus di jalankan selanjutnya. Inilah yang membentuk diri, dan memberikan sebuah pembelajaran pola baik, dan positif untuk menyelesaikan apa yang sudah dimulai.
“sebuah bangunan akan berdiri dari sebuah batu bata yang di letakkan dan di susun” jadi hal kecil akan membentuk pola besar ketika kita paham bahwa sejatinya memimpin berawal dari ingkup terkecil dahulu, yaitu Diri kita. Semoga bermanfaat dan memberikan inspirasi bagi Anda para Pemimpin.
Sorogenen, 25 Juli 2020, 16;45 WIB
